Merespons Ironi Pasar Kerja: Membangun Resiliensi Profesional Lewat Jalan “Freelance”
Suatu pagi, sebelum antarkan adik bungsuku ke sekolah selepas melakukan aktivitas pekerjaan rumah tangga seperti cuci piring dan membersihkan lantai, saya meluangkan waktu untuk membaca harian Kompas dan membuka salah satu artikel yang berjudul “Ironi Pasar Kerja: Penganggur Bersaing dengan Pekerja Pencari Sampingan“. Membaca judul berita tersebut langsung menohok saya — karena saya ada di…